Model Pendidikan Perdamaian dalam Mengembangkan Iklim Kelas yang Damai: Pembelajaran dari Indonesia

Model Pendidikan Perdamaian dalam Mengembangkan Iklim Kelas yang Damai: Pembelajaran dari Indonesia

Kutipan: Ilfiandra, Nadhirah NA, Adiputra S (2023). Model Pendidikan Perdamaian dalam Mengembangkan Iklim Kelas yang Damai: Pembelajaran dari Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Pegem, Vol. 13, No.4 Tahun 2023, 25-35, DOI: 10.47750/pegegog.13.04.04

ABSTRAK

Iklim sekolah saat ini sudah tidak lagi damai karena prevalensi konflik dan kekerasan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Secara umum, siswa belum mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif, dan sebagian besar konflik siswa dibantu untuk dikembangkan oleh guru dan pengelola. Visi pendidikan Indonesia menuju pendidikan global dan pendidikan perdamaian, namun pendidikan perdamaian di Indonesia belum mempunyai landasan yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan perdamaian dalam mengembangkan iklim kelas yang damai berdasarkan jenis sekolah dan gender. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan non-equivalent pre-post group design. Partisipan penelitian adalah 15 guru dan 72 siswa yang dipilih secara purposive sampling dari sekolah menengah kejuruan dan sekolah menengah atas di Provinsi Jawa Barat. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kelas Damai berdasarkan teori Kelas Damai, yaitu mendengarkan ketika seseorang sedang berbicara, tidak mengecualikan siapa pun, hanya mengucapkan kata-kata yang baik, berbicara dengan lembut, menunjukkan rasa hormat satu sama lain. Analisis data dilakukan dengan menguji perbedaan rata-rata skor kedua kelompok dengan menggunakan teknik uji Independent Sample t test. Hasilnya, pendidikan perdamaian secara keseluruhan belum efektif dalam membangun ruang kelas yang damai. Secara parsial, pendidikan perdamaian lebih efektif dalam mengembangkan rasa hormat terhadap siswa perempuan di sekolah menengah kejuruan dibandingkan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah menengah atas. Kedepannya diperlukan rekomendasi untuk meningkatkan fokus intervensi, memperkuat kompetensi pendidikan perdamaian bagi guru, dan menargetkan intervensi yang dilakukan secara bertahap sehingga dapat terbentuk iklim damai di sekolah.

Bergabunglah dengan Kampanye & bantu kami #SpreadPeaceEd!
Tolong kirimkan saya email:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Gulir ke Atas