Mempromosikan Perdamaian Melalui Seni

Guernica, 1937 oleh Pablo Picasso.

Oleh Sally Writes

Sekitar 10.2 juta orang mengunjungi Louvre pada tahun 2018, yang merupakan kesaksian kuat tentang efek seni pada manusia. Seni melakukan lebih dari sekadar memuaskan estetika batin kita. Ini bisa menjadi cara untuk mengubah cara kita memandang orang lain dan dunia di sekitar kita. Oleh karena itu, ini adalah cara promosi yang luar biasa sesuatu yang lebih dibutuhkan dunia: perdamaian.

Bagaimana Seni Dapat Membantu Mengakhiri Pertarungan dan Perang?

Sebuah studi 2017 diterbitkan di Frontiers of Human Neuroscience meninjau berbagai penelitian yang mengarah pada nilai sosiologis seni. Para peneliti mencatat bahwa, selain mempengaruhi suasana hati dan perhatian, merenungkan seni juga mempromosikan pengetahuan sosial dan pemahaman diri yang lebih baik. Seni, menurut mereka, dapat membantu mengembangkan empati, dan memungkinkan pemirsa untuk mengambil perspektif baru dan memahami orang lain dengan lebih baik. Kualitas-kualitas ini adalah pilar perdamaian yang penting, yang dimulai ketika kita memahami efek tindakan kita sendiri terhadap orang lain.

Bisakah Menciptakan Seni Memiliki Efek Yang Sama?

Gerakan Dada, yang didirikan di Swiss pada awal abad ke-20 oleh seniman dari banyak negara, termasuk negara-negara yang dilanda perang, menunjukkan sejauh mana kreativitas dapat digunakan untuk mengadvokasi perdamaian dan mengatasi dampak perang yang menghancurkan. Seniman Dada sering mengandalkan kolase fotografi untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap rezim pemerintah yang mendorong korban yang tidak mau berperang. Tanpa ragu, seni mereka membantu mereka mengatasi gejolak batin mereka. Ada alasan mengapa, hari ini, kreasi seni digunakan sebagai terapi dengan banyak kelompok – termasuk pengungsi, korban perang, veteran, dan penyintas perang dengan PTSD. Nilai terapi seni jauh melampaui estetika yang dirasakan dari karya itu sendiri. Bahkan mereka yang belum pernah menciptakan seni sebelumnya dapat belajar menggambar bentuk manusia sederhana, simbol perdamaian, dan bahkan karya abstrak yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk penemuan diri, ekspresi emosi, dan dasar untuk diskusi tentang peristiwa dan perasaan yang terkadang terlalu sulit untuk diungkapkan melalui kata-kata.

Bagaimana Seni Dapat Mendorong Pemirsa Menjadikan Perdamaian sebagai Prioritas yang Lebih Besar?

Selain menumbuhkan empati, pameran dan gerakan tertentu telah menunjukkan sejauh mana seni dapat mempromosikan perdamaian. Sebagaimana dicatat oleh Dr. Carol Rank, dosen di Pusat Studi Perdamaian dan Rekonsiliasi di Universitas Coventry, banyak pameran sepanjang sejarah yang berfokus pada kengerian dan kehancuran yang disebabkan oleh perang. Banyak seniman (pikirkan Picasso di Guernica atau Goya dalam cetakan anti-perangnya) menggunakan citra yang kuat untuk mengungkapkan cara perang menghancurkan kehidupan – baik mereka yang tewas maupun yang ditinggalkan. Menariknya, catat Rank, beberapa seniman (Kandinsky, Marc, Macke) menciptakan karya-karya apokaliptik yang memperingatkan tentang perang yang akan datang. Ini bisa dibilang salah satu cara paling ampuh di mana seni dapat digunakan untuk mempromosikan perdamaian – dengan memperingatkan masyarakat tentang apa yang dapat mereka harapkan jika mereka tidak menghentikan mereka yang membuat keputusan untuk terlibat atau berhenti dari perang.

Sepanjang sejarah, seniman paling berpengaruh di dunia – termasuk Picasso, Dali, dan Rubens, menunjukkan efek mengerikan perang dalam seni mereka. Jauh dari sekadar menghidupkan pertempuran di masa lalu, banyak yang menggunakan seni sebagai firasat akan konflik yang akan datang dan sebagai seruan bagi umat manusia untuk berjuang demi perdamaian. Secara individual, ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh seniman profesional dan amatir. Dengan mengikuti pameran, termasuk seni dalam acara perdamaian, dan mendiskusikan karya ikonik perang/perdamaian di lembaga pendidikan, manusia dapat mengasah empati dan menemukan inspirasi yang mereka butuhkan untuk mengambil sikap terhadap mereka yang keputusannya memiliki konsekuensi yang menghancurkan. untuk begitu banyak kehidupan.

tutup

Bergabunglah dengan Kampanye & bantu kami #SpreadPeaceEd!

Jadilah yang pertama mengomentari

Bergabunglah dengan diskusi ...